Johor Bahru, Malaysia – Pengalaman belajar internasional para siswa Brilli Kids di ajang Asia Math Engineering Challenge (AMEC) 2026 terus berlanjut.
Memasuki hari kegiatan berikutnya, para delegasi mendapatkan kesempatan berharga untuk mengunjungi University Technology Malaysia (UTM) dan mengikuti berbagai aktivitas berbasis sains, teknologi, dan kecerdasan buatan.
Kegiatan diawali dengan kunjungan ke University Technology Malaysia (UTM). Dalam sesi ini, para siswa diperkenalkan dengan UTM sebagai salah satu universitas yang berfokus pada bidang engineering, technology, dan robotics.
Melalui kunjungan tersebut, para peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya penguasaan teknologi dan inovasi dalam menjawab berbagai tantangan masa depan.
Selanjutnya, para peserta dibagi secara acak ke dalam tujuh kelompok yang terdiri atas siswa dari berbagai negara.
Pembagian kelompok multinasional ini bertujuan untuk melatih kemampuan kolaborasi, komunikasi lintas budaya, serta keterampilan bekerja sama dalam tim internasional.
Pada tantangan pertama, setiap kelompok menerima modul pembelajaran yang berisi berbagai benda yang tergolong sebagai konduktor dan isolator.
Para siswa diminta untuk mengidentifikasi serta mengklasifikasikan setiap benda sesuai dengan sifatnya.

Tantangan berikutnya mengajak peserta untuk berpikir lebih kritis dan kreatif. Mereka diminta mempertahankan suhu air es yang berada di dalam botol dan baru dikeluarkan dari lemari pendingin agar tetap stabil.
Untuk menyelesaikan tantangan tersebut, para siswa harus memanfaatkan berbagai bahan yang telah disediakan panitia, seperti kain, aluminium, dan kardus, dengan memahami sifat bahan sebagai konduktor maupun isolator.
Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil eksperimen dan strategi yang mereka gunakan di hadapan para juri.
Pada sesi ini, kelompok yang diikuti oleh Shannon Roferichie Liyanto berhasil meraih nilai tertinggi atas kreativitas, kerja sama tim, dan kemampuan presentasi yang ditunjukkan.
Setelah menyelesaikan kegiatan di UTM, para peserta melanjutkan pembelajaran di Idrissi International School.
Di sekolah tersebut, para siswa mengikuti sesi Digital Technology and Artificial Intelligence (AI) yang memperkenalkan berbagai teknologi digital dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan Micro:bit, sebuah perangkat mikrokontroler yang dapat diprogram untuk menciptakan berbagai inovasi berbasis Digital Technology and Artificial Intelligence (AI) .
Para siswa mempelajari fungsi dan manfaat Micro:bit serta mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi platform website coding yang digunakan untuk memprogram perangkat tersebut.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan dua jenis sensor, yaitu Ultrasonic Sensor dan Light Sensor.
Para mentor menjelaskan fungsi masing-masing sensor dan bagaimana perangkat tersebut dapat dimanfaatkan untuk menciptakan solusi berbasis teknologi digital.
Berangkat dari pemahaman tersebut, setiap kelompok diminta mengidentifikasi permasalahan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Para anggota kelompok kemudian berdiskusi untuk menentukan satu masalah utama yang akan diangkat dan dicarikan solusinya melalui pemanfaatan teknologi digital menggunakan ultrasonic sensor maupun light sensor.
Sebagai penutup kegiatan, setiap kelompok diberikan tantangan untuk menyusun presentasi PowerPoint, membuat poster, serta menyiapkan presentasi berdurasi tiga menit.
Mereka juga diminta mendemonstrasikan solusi yang telah dirancang sebagai bentuk implementasi pemikiran kritis, kreativitas, dan kemampuan problem solving berbasis teknologi.
Melalui berbagai rangkaian kegiatan di AMEC 2026, para siswa Brilli Kids Leadership Elementary School tidak hanya belajar tentang sains dan teknologi, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi dengan peserta dari berbagai negara, serta menciptakan solusi inovatif yang bermanfaat bagi kehidupan.
Pengalaman ini menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk menjadi pemimpin dan inovator yang siap menghadapi tantangan dunia di era digital. (fadz)






